Wisatawan 'Nyasar' ke Kebun Teh Garut saat Telusuri Jalan Via Peta Digital, Polisi pun Turun Tangan Bantu Evakuasi

Senin, 10 Juni 2019 | 18:35
Humas Polda Jabar

Petugas tengah membantu kendaraan wisatawan asal Tabggerang yang tersesat di perkebunan teh.

Suar.ID - Maksud hati ingin mencari petunjuk arah dengan menggunakan aplikasi peta digital, wisatawan asal Tanggerang Selatan, Novian dan keluarga tersesat di tengah perkebunan teh di wilayah kaki Gunung Papandayan, tepatnya di blok Perkebunan Tibet perbatasan Kabupaten Garut dan Kampung Papandayan, Desa Neglawangi, Jumat (07/06/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa ini berawal saat Novian dan keluarganya hendak bermaksud mengunjungi Kawah Papandayan Garut dengan mengendarai mobil.

Novian berkendara melalui Jalan Pangalengan - Neglawangi Kabupaten Bandung untuk mencari arah dan menggunakan aplikasi peta.

Akan tetapi bukannya sampai ke tujuan, malah tersesat ke jalan perkebunan teh atau hutan dengan medan jalan tanah dengan bebatuan yang rusak dan sempit.

Baca Juga: Pernah Mimpi Tersesat dan Tak Tahu Harus ke Mana, Bisa Jadi Kamu akan Menghadapi Pilihan yang Sulit

Mobil yang dikendaraipun akhirnya trouble, kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengutip Kompas.com, Senin (10/6/2019).

Saat menjelang malam, Novian dan keluarga mulai kebingungan.

Beruntung masih ada sinyal seluler yang bisa digunakan.

Novian pun lantas menelfon call center Basarnas untuk meminta pertolongan penjemputan.

Kemudian dari Basarnas menyambungkan ke piket Polsek Kertasari.

Baca Juga: Gara-gara Mengikuti dan Terlalu Percaya Google Maps, Truk Tersesat ke Jalan Sempit Lalu Masuk Jurang

"Laporan diterima pada pukul 21.00 WIB, oleh Brigadir Falah, kemudian Brigadir Falah meminta Novian untuk mengirimkan ulang koordinat dimana dirinya tersesat," jelasnya Berbekal informasi tersebut, tiga personel dibantu dua warga Kampung Papandayan, melakukan pencarian wisatawan tersebut.

Sekitar pukul 01.15 WIB dini hari akhirnya Novian beserta keluarga dapat ditemukan.

"Karena kendaraan sedikit trouble dan mobil harus didorong, petugas kepolisian bersama warga menyisir jalan yang berlobang dan berbatu untuk dirapihkan agar mobil bisa melintas menuju ke jalan utama," jelasnya.

Kapolsek Kertasari, Ipda Yoni Agustina mengimbau kepada wisatawan atau pemudik yang akan menuju tempat tujuan untuk lebih berhati-hati ketika hendak melakukan perjalanan.

"Jangan terlalu percaya sepenuhnya pada aplikasi ponsel."

"Wilayah Kertasari yang bergunung-gunung sering menyebabkan aplikasi ponsel yang menggunakan sinyal internet sering terganggu."

"Jika ragu, lebih baik tanyakan langsung ke kantor polisi," katanya. (Agie Permadi/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunakan Aplikasi Peta Digital, Wisatawan Ini Tersesat di Tengah Kebun Teh hingga Dievakuasi Polisi"

Editor : Adrie P. Saputra

Baca Lainnya