Keseharian Pemuda Pelaku Bom Bunuh Diri Pos Polisi Kartasura, Dulu Rajin ke Masjid

Selasa, 04 Juni 2019 | 09:15
TribunSolo.com/Asep Abdullah Row

Bom bunuh diri meledak di wilayah Solo, tepatnya Kartasura (3/5).

Suar.ID - Identitas pelaku bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura diketahui sebagai warga setempat berinisial RA (22).

Pelaku meledakkan bom diPos Pengamanan atau Pospam Kartasura, Senin (3/6/2019).

Melansir Kompas.com, hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019) dini hari.

Sehari-hari RA dikenal suka memburu burung liar.

Dikutip dari TribunSolo.com, RA tinggal bersama kedua orangtuanya di Dusun Kranggan Kulon, Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo.

Baca Juga: Cerita Penggali Makam Ani Yudhoyono: 'Ini Tanahnya Empuk Banget, Mungkin Bu Ani Banyak Amal Ibadahnya'

Baca Juga: Miris, Gara-Gara Dibangunkan untuk Shalat, Wanita 30 Tahun di Mataram Tusuk Ayah Kandungnya Hingga Tewas

TribunSolo.com/Istimewa/Asep Abdullah Rowi

RA pelaku bom bunuh duri di pos polisi Kartasura

RA dikenal oleh para tetangganya sebagai pribadi yang tertutup, terutama semenjak lulus dari Madrasah Aliyah Negeri.

RA juga diketahui rajin mendatangi masjid pada awalnya.

Namun setelah lulus dari MAN di Solo, RA jarang terlihat di masjid.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dusun Kranggan Kulon, Sudalmanto (51).

"(Rofik) tertutup setelah lulus MAN, biasanya dulu ke masjid tapi sekarang nggak pernah," kata Sudalmanto kepada TribunSolo.com.

"Nggak pernah berinteraksi di kampung," imbuhnya.

Sudalmanto menjelaskan, RA tidak memiliki pekerjaan tetap.

Sehari-sehari, RA disebut kerja serabutan sebagai penangkap burung.

RA juga pernah berjualan gorengan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 4 Juni 2019, Taurus dan Gemini Ketiban Rezeki, Virgo Dapat Kejutan

Baca Juga: Viral Aksi Kapolsek Keduwung Cirebon Atur Lalu Lintas Sambil Berjoget Lucu Demi Hibur Pemudik, Namanya Goyang Boboho!

"Pekerjaannya terkadang tulup (menangkap) burung," kata Sudalmanto.

"Sempat jualan gorengan," imbuhnya.

Sudalmanto menegaskan, RA berubah drastis semenjak lulus MAN.

RA sempat kuliah di salah satu perguruan tinggi, namun tak selesai dan memilih keluar.

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi

Kompol Tutu Mulyana mengatur arus lalu lintas sambil Goyang Boboho

Orangtua RA, sang ayah bekerja sebagai tukang jahit.

Sedangkan ibunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga.

RA merupakan anak kedua dari 3 bersaudara.

Orangtua RA sangat kaget atas kejadian yang menimpa anaknya.

"Orangtuanya syok, tadi saya masih sempat tarawih bersama mereka," pungkas Sudalmanto.

RA meletakkan peledak di tiga bagian tubuhnya, yakni di tangan, pinggang, dan kaki.

Pada peristiwa bom bunuh diri tersebut, tidak ada petugas polisi maupun warga yang terluka.

Hanya RA yang mengalami luka dan kini kondisinya dalam keadaan kritis.

RA dirawat di RS dan mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan.

Baca Juga: Pernah Terkena Skandal Perselingkuhan dengan Seorang Kolonel, Kini Arzeti Bilbina Makin Sibuk Berpolitik dan Curi Perhatian Publik

Baca Juga: Lolongan Anjing Sering Dikaitkan Makhluk Gaib, Inilah Mitos Kelakuan Hewan di Sekitar Rumah

Editor : Masrurroh Ummu Kulsum

Sumber : kompas, TribunSolo

Baca Lainnya