Miris, Beginilah Potret Pilu Kehidupan Penjara di Israel yang Hanya Dihuni Perempuan

Jumat, 07 Juni 2019 | 15:00
Kolase Tommer Iffrah

Potret Memilukan Kehidupan Penjara di Israel yang Hanya Dihuni Oleh Perempuan

Suar.ID -Pada 2011 lalu, seorang fotografer berbasis di Tel Aviv, Israel, bernama Tomer Iffrah, mendapatkan akses masuk ke penjara Nerve Tirza, di Ramle Israel.

Ini adalah penjara yang bisa menampung sekitar 200 orang, semuanya wanita, dari usia 18 hingga 70 tahun.

Mereka mewakili sebagian kecil dari total populasipenjaraIsrael, yang diperkirakan antara 20 ribu dan 25 ribu narapidana.

Awalnya Iffrah hanya memotret satu tahanan.

Namun dia berbicara dengan beberapa narapidana dan akhirnya bisa bisa memotret dan menggambarkan banyak kehidupan di dalam penjara tersebut.

Selama tiga bulan, dia menghabiskan satu hari dalam seminggu di dalam penjara tersebut dan mendapatkan banyak wawasan mengenai kisah hidup para narapidana.

"Para narapidana berasal dari latar belakang sosial yang beragam dan kebanyakan adalah minoritas tak berdaya," kata Iffrah.

"Mereka berbagi kehidupan di dalam penjara dan terjebak di dalam lingkungan dan terjebak dalam lingkungan setan," tambahnya.

Foto-foto Ifrah menunjukkan sisi lain kehidupamn dari sebuah penjara.

Para tahanan yang berdesakan di ruangan kecil dan berbagi tempat tidur yang kecil dengan para tahanan lain.

Pada 1979, mantan tahanan di Nerve Tirza bernama Rasmiah Odeh, seorang wanita Palestina dihukum dalam dua pemboman, dan bersaksi di depan sebuah komite PBB tentang Israel dan hak asasi manusia.

Odeh menyatakan kekhawatirannya tentang kepadatan Nerve Tirza, dan menceritakan 150 tahanan berbagi sel dan beberapa dari mereka membawa anak-anaknya.

Menurut Odeh, mereka yang tinggal di sana telah kehilangan kebebasan berekspersi.

Mereka tak bisa menuliskan perasaan mereka selain itu para tahanan juga tidak memiliki kebebasan untuk beribadah.

Hukum kolektif menurut kesaksian tahun 1979 Odeh menyatakan, "Sering terjadi pemukulan semprotan dengan gas dirampas dari kunjungan dan dipindahkan ke fasilitas sel lain."

Saat ini Ifrah melihatpenjarasangat ramai dibandingkanpenjara-penjaralain yang pernah dia kunjungi sebelumnya.

Para wanita disimpan dalam berbagai sel dan dibagi dengan berbagai kelas, sebagian harus masuk ke dalam sel yang sangat kecil dengan liama orang didalamnya.

Parawanitayang tinggal diNerve Tirzahidup tanpa memandang latar belakang sosial, agama, budaya mereka, karena sebagian dari mereka adalah etnis minoritas yang tidak dilahirkan di tanahIsrael.

Beberapa dari mereka berasal dari Rusia, Etiopia dan Amerika selatan.

Sejauh upaya rehabilitasi bagi tahanan yang dibebaskan, Iffrah percaya bahwa staff telah melakukan yang terbaik, namun hal itu tidak benar-benar membantu para narapidana.

Beberapa gambar yang sempat diambil Iffrah menunjukkan sebuah pementasan fesyen pertama yang diselenggarakan oleh narapidana diNerve Tirzasebagai bentuk proyek rehabilitasi.

Hal itu juga dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka setelah jangka waktu lama dipenjara.

Para tahanan bekerja sama membuat koleksi yang terinspirasi oleh apapun dari simbol militer Inggris, hingga simbol agama India.(Afif Khoirul M/Intisari)

Artikel ini sudah tayang di Intisari dengan judulPotret Memilukan Kehidupan Penjara di Israel yang Hanya Dihuni Oleh Perempuan

Editor : Moh. Habib Asyhad

Baca Lainnya