Batam dalam Keadaan Siaga, Setelah Penyakit Langka Cacar Monyet Gegerkan Singapura

Selasa, 14 Mei 2019 | 13:18
(KOMPAS.com/IDON TANJUNG)

Petugas KKP memasang Thermal Scanner atau pemindai suhu tubuh di pintu kedatangan internasional Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Riau, Senin (13/5/2019).

Suar.ID – Virus cacar monyet atau monkeypox kini tengah menghebohkan warga Singapura.

Mengutip Kompas.com, penyakit tersebut menyerang seorang warga Nigeria yang sedang berada di negara tersebut.

Warga Nigeria berusia 38 tahun tersebut tiba di Singapura pada 28 April lalu.

Hal ini sudah dipastikan pihak Pemerintah setempat, karena ketika menjalani pemeriksaan, warga Nigeria tersebut dinyatakan positif terjangkit penyakit langka monkeypox pada Rabu (08/05).

Baca Juga : Jengkel Mertua Kerap Datang ke Rumah Tanpa Memberi Tahu, Pria Ini Pakai Tarantula untuk Mengusirnya

Baca Juga : Kembali Aktif di Instagram Pasca Cerai dengan Ahok, Veronica Tan Dapat Kado Spesial Hari Ibu dari Anak-Anaknya

Hebohnya temuan penyakit cacar monyet di Singapura ini juga mempengaruhi warga Batam, di mana kota tersebut berbatasan langsung dengan negara tersebut.

Melansir TribunBatam.id, penyakit menular cacar monyet itu juga berpotensi mengancam warga Batam.

Muncul kekhawatiran paparan virus penyakit itu akan sampai ke Batam. Pasalnya, lalu lintas warga dari Batam ke Singapura dan sebaliknya, sudah merupakan aktivitas sehari-hari.

batambandit.com

Kota Batam

Menanggapi hal ini, mengutip AsiaOne, pemerintah daerah Batam pun telah siaga memulai langkah untuk mencegah potensi penyebaran penyakit cacar monyet itu.

Pemerintah daerah telah menyiapkan dua rumah sakit yakni Rumah Sakit Zona Perdagangan Bebas Batam dan Rumah Sakit Umum Embung Fatimah, sebagai penyedia utama perawatan khusus bagi pasien yang diduga menderita monkeypox.

Pemerintah juga mendirikan detektor termal di lima pelabuhan internasional yang menghubungkan langsung Batam dan Singapura.

"Dengan adanya informasi ini kita akan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap orang yang datang ke Indonesia melalui Pelabuhan dan Bandara di Batam, khususnya dari Singapura," ungkap Kepala KKP Kelas l Batam, Achmad Farchany, Jumat (10/5) dikutip dari TribunBatam.id.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusumajadi, juga telah mengunjungi Rumah Sakit Zona Perdagangan Bebas Batam pada hari Senin (13/4/2019) untuk memeriksa ruang isolasi dan ruang gawat darurat.

"Kami akan terus memantau situasi dan mempertahankan langkah-langkah pencegahan sampai Singapura menyatakan bahwa itu bebas dari virus," kata Didi kepada The Jakarta Post.

Baca Juga : Berharap Anaknya Segera Pulang, Keluarga Ungkap Tabiat Prada DP Terduga Pelaku Pemutilasi Kasir Minimarket

Baca Juga : Viral Video Kucing Terjun dari Bangunan Tinggi, Mendarat dengan Selamat, Kucing Punya 9 Nyawa?

straitstimes.com
straitstimes.com

Penyakit cacar monyet atau monkeypox

Sebagai informasi, cacar monyet atau monkeypox sendiri pertama kali ditemukan pada hewan monyet tahun 1958 silam.

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan dari hewan ke manusia dan biasanya terjadi di wilayah tengah dan barat Afrika.

Biasanya mereka yang terinfeksi dari penyakit monkeypox ini akan mengalami demam, sakit kepala, sakit otot, nyeri, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga terjadi ruam pada kulit.

Baca Juga : Kasir Indomaret Dimutilasi Pacarnya, Pesan Terakhir untuk Temannya Sungguh Mengharukan

Baca Juga : Murka Istrinya yang Hamil Didoakan Buruk oleh Netizen, Chef Arnold: Lambemu Dek Saya Prihatin

Editor : Masrurroh Ummu Kulsum

Sumber : asiaone, kompas, Tribun Batam

Baca Lainnya