Viral Foto Bayi dengan Lengan Seperti Roti Sobek, Jangan Tertawa karena Itu Bisa Berbahaya Bagi si Kecil

Senin, 06 Mei 2019 | 05:16
twitter @Mothership.sg

foto lengan bayi seperti roti sobek viral

SUAR.ID - Beberapa hari yang lalu sempat viral foto Lengan bayi seperti roti sobek di twitter.

Foto yang telah diretweet lebih dari 22.000 kali dan disukai oleh lebih dari 13.000 orang tersebut dibagikan oleh akun @Mothersip.sg dengan caption "Same sama sama".

Netizen sempat dibuat bingung karena tidak bisa membedakan lengan bayi dalam foto dan roti sobek yang disejajarkan di sebelahnya.

"Gw kira roti jg rupanya tangan", komentar @Dinda_Diendira

Baca Juga : Berat Badannya Turun 102 Kg, Seperti Ini Penampilan Arya Permana Si Bocah Obesitas Sekarang

Selain roti sobek, di sebelah lengan bayi tersebut juga diletakkan selai roti, membuat netizen tak bisa menahan tawa dan gemas.

Meski ada juga yang menilai bahwa foto tersebut jahat.

"Jahat bat bambaaaank," komentar @Jjaaang

Bayi dengan badan gemuk memang seringkali membuat gemas.

Tapi, ternyata hal tersebut kurang baik bagi kesehatan.

Baca Juga : Beredar Foto-foto Pernikahan Anak Bungsu Lidya Kandou, Naysilla Mirdad Kapan?

Dilansir dari kompas.com,Obesitas pada anak tak hanya meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Menurut Mayo Clinic, anak yang obesitas juga bisa mengalami komplikasi secara sosial dan emosional.

Komplikasi fisik

1. Diabetes tipe 2

Obesitas pada anak banyak terjadi karena pola makan berlebihan, salah satunya makanan dan minuman yang manis. Diabetes tipe 2 merupakan penyakit kronis yang paling mungkin terjadi pada anak obesitas.

2. Sindrom metabolik

Sindrom metabolik merupakan gabungan berbagai penanda faktor risiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya. Kondisi ini meliputi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi, HDL rendah, dan lemak perut berlebihan.3. Kolesterol dan tekanan darah tinggi

Pola makan yang buruk bisa menyebabkan anak mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Kondisi ini terjadi karena penumpukan plak di pembuluh darah akibat terlalu banyak lemak di tubuh. Penumpukan plak lama-kelamaan bisa mengeras dan menyumbat pembuluh darah sehingga bisa terjadi serangan jantung dan stroke.4.Asma

Anak-anak yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih berisiko terserang asma. Kelebihan lemak di seluruh tubuh juga bisa membuat anak dengan obesitas sering mengalami sesak napas

Baca Juga : Maksud Hati Ingin Meregangkan Leher dengan Membunyikannya, Eh Pria Ini Malah Terkena Struk

5. Gangguan tidur

Salah gangguan tidur yang paling dikhawatirkan pada anak dengan obesitas adalah obstructive sleep apnea (OSA). OSA adalah kondisi henti napas saat tidur yang bisa menyebabkan kematian.6. Perlemakan hati nonalkohol

Perlemakan hati nonalkohol adalah penyakit hati yang disebabkan karena kegemukan, bukan karena terlalu banyak konsumsi alkohol. Penyakit ini bisa menimbulkan jaringan parut dan kerusakan hati.7.Pubertas dini

Obesitas membuat anak mengalami ketidakseimbangan hormon. Akibatnya, mereka pun bisa mengalami pubertas dini, seperti menstruasi lebih awal dari yang seharusnya.

Baca Juga : Cak Nun Menolak Dipanggil ke Istana oleh Presien: Buruh 5 Tahun kok Manggil-manggil BosKomplikasi sosial dan emosional

1. Merasa rendah diri

Anak obesitas sering kali di-bully di sekolah. Hal ini bisa membuatnya merasa rendah diri atau kurang harga diri. Pada tahap lanjut, bisa memicu stres hingga depresi.

2. Gangguan perilaku Anak

Kelebihan berat badan lebih berisiko sering merasa cemas dan keterampilan yang kurang baik di sekolahnya. Anak bisa mengalami gangguan perilaku, seperti selalu membuat masalah di dalam kelas. Selain itu, hal ini bisa membuat anak menarik diri dari lingkungan sosial.

Baca Juga : Viral! Beredar Foto Atlet Malaysia Minta Sedekah, Menteri Pemuda dan Olahraga Memberi Tanggapan

3. Depresi

Depresi merupakan salah satu komplikasi serius yang bisa terjadi pada anak obesitas. Tanda-tanda anak yang depresi antara lain, sering menangis, kehilangan minat dalam kegiatan yang biasa dilakukan, hingga tidur lebih sering dari biasanya.Artikel ini telah tayang diKompas.comdengan judul "Bahaya Obesitas pada Anak, dari Diabetes hingga Depresi", ditulis oleh Dian Maharani.

Editor : Moh. Habib Asyhad

Baca Lainnya