PSK Ini Mendadak Viral karena Videonya Menjilati Toilet Pesawat Meledak di Twitter

Sabtu, 23 Maret 2019 | 15:31
Twitter/grimiestt

PSK ini viral karena aksinya menjilati toilet pesawat.

Suar.ID -Di era yang serba internet ini, menjadi viral sepertinya sesuatu yang gampang.

Tapi benarkah demikian?

Belum lama ini, seorang pekerja seks komersial (PSK) Amerika Serikat mengagetkan warga internet.

Semua bermula dari keisengannya membikin video menjilati toilet pesawat.

Benar, Anda enggak salah dengar. Dia menjilati toilet pesawat.

Baca Juga : Hidup Bergelimang Harta Sejak Kecil hingga Habiskan Rp5 Miliar per Tahun, Kenapa Julia Stakhiva Justru Tertekan?

Pengguna Twitter bernama “grimiest”, yang menyebut diri sebagai Grimy, mengunggah video mengejutkan itu pada 18 Maret 2019 lalu.

Saat itu, dia baru saja terbang dari Barcelona di Spanyol.

“Aku sudah menjilati toilet lota setiap hariku tapi yang ini adalah yang pertama yang membuat lidahku mati rasa,” tulisnya sebagai kepsyen.

Video itu diambil menggunakan fitur Snapchat yang ada di Twitter.

Di dalamnya kita bisa melihat bagaimana PSK itu menjulurkan lidahnya di sepanjang permukaan toilet duduk.

Sementara itu, matanya tetap melihat kamera.

Dia kemudian mengonfirmasi bahwa toilet itu sebelumnya sudah dibersihkan sebelum melakukan aksi jilat toilet.

Tapi terlepas dari itu, klip pendek itu sontak mendapat cercaan dari para pengguna media sosial yang budiman.

Mereka rata-rata menyebut aksi itu sebagai tindakan yang “menjijikkan.”

“Mati rasa karena kau baru saja terkena 1.200 penyakit sekaligus,” tulis seseorang mengomentari tweet tersebut.

Baca Juga : Perjuangan TNI: Tidur di Ranting Pohon Hutan Papua untuk Hindari Binatang Buas

Yang lain menambahkan: “Itu mungkin hal terburuk yang pernah aku saksikan.”

Sementara orang ketiga menulis: “Kami selalu bertanya-tanya apakah kami ‘bisa’, tapi kami tidak pernah bertanya-tanya apakah kami ‘harus’ (melakukannya).”

Lalu yang keempat, “Aku tidak bisa percaya apa yang aku lihat di aplikasi ini. Cukup untuk Twitter hari ini.”

Terkait komentar-komentar itu, Grimy, yang mengaku dirinya bukan biner, alias bukan laki-bukan pula perempuan, pun buka suara.

Menurutnya, hal menjijikkan yang dia lakukan itu adalah “merek” dari pekerjaannya.

Mereka menambahkan bahwa dia hanya seorang pekerja seks, PSK.

“Aku tidak percaya Twitter membuatku terkenal karena menjilati toilet,” tulisnya.

Apa yang dikatakan netizen perihal banyaknya kuman yang menempel di toilet benar adanya.

Dikutip dari Intisari-Online.com,kursi toilet memang identik dengan sarang kuman walau kita sering membersihkannya.

Apalagi ini merupakan kursi toilet yang berada di pesawat. Di mana mungkin digunakan oleh ratusan orang dari berbagai negara.

Tentu tak terbayang bukan berapa jumlah bakteri di sana?

Charles P. Gerba, seorang profesor mikrobiologi di Universitas Arizona, mengatakan bahwa jenis bakteri yang paling umum ditemukan di kamar mandi adalah jenis bakteri jahat seperti E.coli, streptococcus dan salmonella, yang dapat memicu serangan keracunan makanan.

Walau rata-rata orang menyiram kursi toilet sebanyak lima hingga enam kali setiap hari, namun kuman masih berada di sana.

"Ketika ini terjadi, setiap mikroba yang disimpan di toilet tersebut dapat dikirm ke lingkungan sekitarnya,” ucap Gerba.

Leeds Teaching Hospital mengungkapkan pada penelitian sebelumnya bahwa bakteri dapat terbang 25 cm ke udara.

Studi lain dari University of Oklahoma menyimpulkan bahwa toilet duduk dapat berkontribusi dalam penularan penyakit menular.

Terlebih lagi, Business Insider mencatat bahwa sebuah studi tahun 1975 menemukan bahwa toilet dapat menyebarkan mikroba berbahaya saat menempati benda dan permukaan lain di kamar mandi.

Walau tak 100% aman dan bersih, Anda bisa membersihkan dudukannya terlebih dahulu dengan tisu antiseptik yang bisa menurunkan jumlah kuman serta bakteri dengan signifikan.

Selain itu, pastikan untuk mencuci tangan memakai sabun setelah menggunakan toilet karena pegangan flush toilet, keran, hingga pegangan pintu juga memiliki banyak bakteri dan kuman penyebab penyakit.

Editor : Moh. Habib Asyhad

Baca Lainnya