Find Us On Social Media :

Istri Korban Penembakan Masjid Selandia Baru: 'Dunia Melihat Siapa Teroris Sesungguhnya'

Moh. Habib Asyhad
Jumat, 22 Maret 2019 | 19:46 WIB

Salwa Mustafa dan putranya, Zaid Mustafa, yang menjadi korban penembakan masjid Selandia Baru. Suami dan putra pertama Salwa meninggal jadi korba.

Pria jahanam itu, Brenton Tarrant dari Australia, menceritakan motivasinya dalam manifestonya yang bertele-tele.

Di situ dia berbicara tentang keinginannya untuk memerangi “penjajah muslim”.

Dalam konferensi pers yang emosional pada Jumat (22/3), Mustafa dan putranya yang masih hidup, Zaid (13), berterima kasih kepada warga Selandia Baru karena telah mengorganisasi panggilan nasional untuk berdoa bersama.

Zaid, yang duduk di kursi roda dengan selimut menutupi kakinya yang terluka, mengatakan, dia sangat terpukul karena kehilangan ayah dan kakaknya.

“Aku merasa jika aku mati dan ayah serta kakakku masih hidup, itu akan lebih baik,” ujarnya, sembari menyeka air mata yang terus tumpah.

Tapi dia bersumpah untuk tetap hidup, semua demi mereka.

Baca Juga : Warga Pulau Pramuka Ini Keluhkan OK OCE, Memangnya Kenapa Sih?

“Aku merasa kalau hanya duduk-duduk bersedih sepanjang waktu, itu tidak masuk akal,” katanya lagi.

“Aku berpikir untuk menyelesikan hidupku seperti tidak ada yang mati.”

Zaid menambahkan bahwa dia akan kembali ke Al Noor untuk salat begitu masjid itu dibuka kembali dan jika kakinya sudah pulih.

“(Masjid) itu sangat berarti, untuk bersyukur kepada Allah atas segala sesuatu yang telah terjadi,” tutupnya.